January 26, 2018

Sebelum dan Setelah Ada Kamu

Dulu, aku adalah perempuan yang mudah menangis.
Air mata selalu jatuh tiap kali hatiku teriris.
Turun satu persatu mengairi pipi serupa gerimis.
Seolah lupa bagaimana rasanya tersenyum manis.

Dulu aku seperti perempuan yang tak punya makna.
Rasanya seluruh harapan yang kucipta pasti akan sia-sia.
Aku hampir tak lagi pernah merasa bahagia.
Semua yang kuterima hanyalah, luka dan duka.

Dulu,
sebelum ada kamu,
satu-satunya yang kucintai hanyalah diriku.

Namun kini, setelah kamu datang dan menetap,
segala yang pedih seakan-akan lenyap.
Sejak kamu ada, hidupku tak lagi gelap.
Aku adalah perempuan yang hatinya telah bebastak lagi terperangkap.

Sejak kamu memutuskan untuk tinggal dan menemani,
aku tak mengira bahwa cintaku akan jatuh sedalam ini.
Hingga kemudian kau tunjukkan padaku bahwa aku pun berhak menerima cinta yang murni.
Yang benar-benar tulus dan datang dari hati.

Aku merasa menjadi perempuan yang paling disayangi.
Karena keberadaanku benar-benar kau hargai.

Betapa beruntungnya aku bisa menemukanmu.
Betapa beruntungnya aku. Bisa dicintai kamu.

Mudah-mudahan kamu hanya mengerti caranya mencuri hati lalu mencintai.
Bukan meninggalkan dan pergi.
Karena kini aku sudah terlanjur jatuh hati.
Dalam sekali.

Dan bila seandainya suatu saat kamu telah merasa bosan,
bolehkah kuminta agar kamu tetap bertahan?

Agar kita tak saling kehilangan.
Agar kita tak saling meninggalkan.
Agar kita saling menjaga.
Agar kita, terus melangkah bersama.

1 comments:

Post a Comment

 
;