January 22, 2018

Jangan Lagi Ada Dia

Selesaikan dulu perasaanmu dengannya.
Tamatkan seluruh cerita yang kalian cipta.
Setelah itu silakan datang padaku.
Ambil dan miliki seluruh hatiku.
Buat aku merasakan kasih sayang paling istimewa.
Tak apa nanti aku tak jadi yang nomor satu, asal dalam hubungan kita takkan lagi ada dia.

Pilihlah salah satu.

Pilih aku saat kau benar-benar telah merelakan dia menjadi hanya bagian dari sebuah cerita yang telah usai.
Pilihlah aku kalau kau ingin melangkah maju dan meninggalkan kasihmu yang tak lagi sampai.
Pilihlah aku. Kupastikan kau takkan pernah terabai.

Tapi kalau kau hanya ingin melampiaskan kepahitan hatimu dengan menjanjikan cinta padaku, pilih saja dia.
Kalau di dalam hatimu masih mengharapkan semua yang kalian tinggalkan akan kembali seperti dulu, pilih saja dia.
Atau kalau kau hanya menunggu cintanya tumbuh lagi lalu kau akan pergi ke sisinya dan meninggalkanku, pilih saja dia.

Aku akan tulus mencintai kalau kau benar-benar ingin denganku.
Aku tak ingin keberadaanku hanya kau jadikan sebagai alat untuk sekadar menutupi kepiluanmu.
Sesungguhnya aku benar-benar menginginkanmu.
Tapi akan kujawab tidak, kalau kau masih belum juga berdamai dengan masa lalumu.

Aku akan mencintaimu, tanpa harus menutup luka-lukamu.
Karena lukamu adalah masalahmu.
Masa lalumu adalah urusanmu.
Kau yang menentukan,
akan menutup seluruhnya, atau kau biarkan lukamu terbuka.

Kalau kau tutup lukamu, aku akan membawakanmu cinta yang paling nyata.
Kalau kau biarkan lukamu terbuka dan masih menantikan semua tentang kalian kembali seperti sedia kala, maaf tapi sepertinya hatiku tak sehalus yang kau kira.

Tetap akan kutunggu, meski aku tahu merelakan selalu membutuhkan waktu yang lama.

Tak apa. Selesaikan saja dulu semua tentang kalian berdua.
Sementara itu, aku akan berdiam di sini menanti kau akan memutuskan untuk mengambil jalan yang mana.
Aku, atau dia.

0 comments:

Post a Comment

 
;