March 22, 2018

Kamu tidak perlu kembali. Kamu tidak perlu melangkah mendekatiku lagi. Kamu tidak perlu, membuat puluhan panggilan tak terjawab hanya untuk bilang padaku bahwa kau saat ini tengah menyesali. Karena percuma, kamu terlambat datang, aku sudah tidak peduli.

Biarkan saja janji-janji yang dulu hilang sendiri. Jangan mengingat-ingat lagi sehingga kamu tak perlu susah-susah mencariku untuk menepati janji. Aku tak mau terseret ke dalam ingatan saat kau buang aku begitu saja seperti tak punya arti.

Saat itu, aku telah mengizinkanmu bebas mencari yang kau mau. Aku juga menerima kenyataan bahwa perempuan itu bukanlah aku. Aku mencoba mengerti lalu aku berani untuk berjalan menjauhimu. Pada saat itu aku berpikir bahwa mungkin bukan denganku kamu akan menyatu.

Lalu kini, setelah seluruh pertarungan antara hatiku yang ingin terus tinggal, dengan otakku yang ingin lupa, kau datang tiba-tiba membawa air mata? Setelah semua kekacauan ini aku lewati sendiri, kau datang dan berani berkata bahwa aku yang ternyata kaucinta?

Jangan begini. Jangan sampai kita kembali hanya untuk saling menyakiti. Kau tahu aku sudah tak semenyenangkan itu. Sekali-kali aku ingin menjadi muak dengan masa lalu.
Aku bosan dengan seluruh pergelaran drama yang kau tuliskan. Kamu masih terlalu mudah goyah untuk kuperjuangkan.

Carilah yang lebih baik dari aku. Seperti dulu saat kamu akan meninggalkanku. Ciptakan lagi pilihan-pilihan itu. Seperti dulu saat kamu menjadikanku opsi kedua saat kau temukan perempuan baru.

Kau harus tahu aku juga punya hati. Aku ini bukan tempat untuk kau datang dan pergi. Pergilah dariku, carilah yang baru. Lalu belajarlah untuk setia. Terus bersamanya hingga kamu tak sadar bahwa kamu telah larut dalam keteguhan cinta.

Maka dengan senang hati aku akan mendoakanmu. Dengan senang hati aku akan berbahagia atas dirimu.

Tapi kalau kau belum ingin menetap pada satu hati, jangan datang merayu lalu pergi. Semua perempuan itu sama, tak menyediakan kesempatan kedua untuk laki-laki yang mudah menyakiti.

11 comments

Nawang Nidlo Titisari . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates