June 15, 2017

gagal melepaskan.

Aku masih belum bisa membedakan.
Ini rindu, atau hanya perasaan belum terbiasa tanpa kamu.
Ini kehilangan atau hanya perasaan hampa setelah kita menjadi beda.
Aku pikir semuanya akan mudah setelah kita memiliki kehidupan yang baru.
Aku pikir lingkungan dan orang-orang baru bisa menghapusmu.
Tapi nyatanya tidak.
Nyatanya kamu masih selalu ada dalam tulisanku.
Nyatanya semua lirik lagu yang aku dengar selalu memutar semua momen manis kita dalam kepalaku.
Kini aku melihatmu dengan yang baru, memandangmu dengan senyuman yang beda.
Yang tidak pernah ku dapatkan dulu.
Kini telah dia miliki semua hatimu.
Membuatmu lupa, membuatku semakin tersiksa.
Seandainya kamu masih dapat kujaga. Seandainya kita belum terputus dan masih menjadi “kita”.
Seandainya masih aku sebagai alasanmu atas setiap kata yang ada.
Seandainya masih aku yang kamu perjuangkan.
Seandainya dulu aku tahu akan sebanyak apa sakit yang aku dapatkan dengan memutus sebuah hubungan.
Seandainya aku tahu pahitnya meninggalkan.
Ternyata bertahan tidak sesulit yang dulu kubayangkan.
Ternyata berpisah denganmu bukan sebenar-benarnya yang aku inginkan.
Ternyata berlari bebas jauh darimu belum bisa kutaklukan.
Biar kita menjadi kenangan.
Biar aku sudah kau lupakan.

Kau tak kan pernah hilang, meski aku telah berani menemukan orang lain untuk kurindukan.

16 comments:

Indahwulansuci Pusvitasari said...

Entah kenapa setiap baca blog kak Naw bawaannya nangis mulu :(( kek ada persamaan alur cerita percintaanku.

Nawang Nidlo Titisari said...

Haruskaah kusediakan tissue tiap nulis? :))

Nanda Sinta Setiyowati said...

Aku baru baca ini kak, kok sama persis kek kisah aku ya:( so sad.

Nawang Nidlo Titisari said...

Maafkan akuu kalo itu menceritakan kamu :(

Eko Nugroho said...

Nais nih:-) 😁

Eko Nugroho said...

Nais nih:-) 😁

Tiska Maya Nurmalasari said...

Tissue mana tissueeee

Winanda Arifiyanti said...

Ini kenapa pas banget si ka, ya Allah 😣

Bougenville said...

Andai ini belum terlambat, pasti ku perbaiki yg salah itu 😭 aku sedih bacanya kak naw, kaya gini persis yg dirasain😣😢

Viny Ardina said...

Ngena banget dihati ya Allah, sampe nangis gini😭

Unknown said...

baru baca cerita2 kak naw dari semalem, jatuh cinta sama tulisannya😭

Nawang Nidlo Titisari said...

Kenapa harus tanpa identitaaas? Makasih yaa❤ semoga bermanfaat.

Nawang Nidlo Titisari said...

*buru-buru ambil tisu*

Arifah Muzakkirah said...

Menangoooos😭😭😭😭😭

vita Anggraeni said...

Ngena 😭😭😭

Dea Fitri said...

Apa aku bilang, sepertinya aku benar2 akan menjadi pengagum tulisan2mu ka naw🙆!!❤️❤️

Post a Comment

 
;