April 28, 2016

Senja Akan Kembali, Pun Kamu


Terinspirasi dari perempuan pencinta senja, kopi, dan laki-laki yang sudah kukenal sejak lima tahun lalu. Aku pernah bertanya kenapa dia begitu menyukai senja, kopi, dan laki-laki.

Katanya, dia belajar menunggu dari senja, dia belajar sabar dari senja, dia belajar bersyukur dan bahagia pun dari senja. Dia sudah tau ini dari awal, “Senja itu datangnya lama, dia hanya datang dan memberi kesan, kemudian hilang. Tapi selalu ingat besok akan kembali.” Selalu ada cerita yang berbeda dari masing-masing senja setiap harinya. Mungkin hari ini kopi terasa begitu manis, mungkin kemarin ada laki-laki yang mempesonakannya. Mungkin besok dia akan merindukan laki-laki dengan lesung pipit seperti biasanya. Selalu akan diceritakannya kepada senja.

Senja selalu datang untuk menyapa dan menenangkan, senja selalu mengangkat dua ujung bibir bersamaan, senja selalu tau bagaimana mendengarkan tanpa banyak alasan. Itu yang aku suka dari senja. Keindahan yang tidak pernah berlangsung lama. Keanggunan sebentar yang dititipkan semesta. Tapi bukankah sudah jelas, bahwa apapun yang indah tidak akan berumur panjang?
Bunga yang indah akan dipetik terlebih dahulu. Kembang api pun tidak perlu ditanyakan lagi. Karena di semesta memang seperti itu. Semua ada waktu dan porsinya sendiri-sendiri. Kesedihan dan kebahagiaan akan berjalan bergantian. Mereka tidak punya hak penuh untuk seterusnya ada. Itulah alasan kenapa senja datang sebentar kemudian pergi menghilang untuk kembali lagi esok hari. Dia terlalu indah untuk dibiarkan menetap terlalu lama. Karena akan ada banyak rindu yang ditumpahkan tidak pada tempatnya.

Biar kopi saja yang tumpah, rinduku jangan. Karena kopi hanya butuh cerita, tapi rinduku butuh pertemuan. Tapi kopiku dan kamu sama. Sama-sama manis dengan caranya bahkan ketika orang lain tidak sepaham denganku. Kalian sama, sama-sama mengesankanku.

Kemudian aku pun menyukai kamu seperti senja. Karena senyummu adalah tenang. Karena sampingmu adalah pulang dari segala rindu. Karena pergimu pasti kembali padaku. Sejauh apapun itu, selama apapun, kamu akan kembali, ke peraduan. Ke pelukku.

1 comments:

Sri Widyanti said...

Ka nawang bikin 'cinta dua hati' dong :))

Post a Comment

 
;