Apa Kubilang

July 19, 2020

Kelancangan ini datang dan terbentuk dari obrolan kita yang mengikat. Menyambung panjang sampai malam tidak boleh istirahat. Lihat saja riwayat pesan kita yang sudah ada, berpencar tak pernah jelas arahnya.


Dan justru itu. Justru yang kuberi tanda sebagai awal mula adalah titik itu. Titik saat kita menjadi akrab tanpa pertemuan. Dekat seperti sudah lama berteman.
Aku tidak pernah ingin bertaruh tentang kejujuran. Tapi, tiap malam—setelah hari-hari itu—isi kepala cuma tentang sampai mana kiranya kita? Sampai mana teman-temanku akan bosan dengan namamu? Sampai kapan menunggu acara senyum-senyum sendiri ini menjadi tawa-tawa lucu?

Kalau dulu pernah pada pagi-pagi-bangun-tidurmu kamu bertanya, bagiku kamu berarti apa, seharusnya kita bertemu saat itu juga. Akan kujawab sampai kamu tak punya pertanyaan lagi selain soal perasaanku.
Lihat, sekarang, kita cuma berakhir dengan tanda tanya. Lihat. Sekarang, mimpiku pupus seperti cuma terbangun dari sebuah mimpi.

Lalu bagaimana akan kuhapus kamu setelah aku menulis ini?
Bagaimana dengan pola tidurku yang masih ingat percakapan-percakapan tengah malam kita?
Bagaimana dengan pertemuan pertama?

Bagaimana selanjutnya aku?




Apa kubilang, kita memang seharusnya bersama.

  • Share:

You Might Also Like

15 komentar

  1. Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. apa kubilang, obrolan" tak tentu arah kita itu ternyata kebetulan" yang sebenarnya sudah tuhan rencanakan

    ReplyDelete
  3. apa aku bilang, kita memang barus bersama al, bersama. Aku mencintaimu al.

    ReplyDelete
  4. Kita memang seharusnya bersama, sukaa

    ReplyDelete
  5. Kita memang seharusnya bersama, seharusnya.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih kak naw, sudah menulis ini :)

    ReplyDelete
  7. Apa aku bilang, cintaku itu besar dan tinggi menjulang

    ReplyDelete
  8. Bedanya, aku blm tau ending nya bakal kyk gimana. Tp aku sdh menduga-duga

    ReplyDelete
  9. Terima kasih mba naw selalu ngewakilin perasaanq

    ReplyDelete
  10. Terima kasih mba naw menginspirasi aku untuk menghasilkan karya juga.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete