December 17, 2018

Pura-pura

Jangan pura-pura memperhatikanku. Jangan pura-pura mendengarkan dan selalu ingin tahu ceritaku. Jangan tersenyum dan membuatku semakin menggebu-gebu. Kau tahu kelemahan terbesarku adalah lengkungan bibirmu dan suara di balik itu.
Kau selalu membuatku ingin terus mendekat. Meski sebenarnya sedekat apa pun tempat kita berdiri, hatimu takkan pernah mau melekat.

Jangan pura-pura mencariku. Jangan bertanya aku ke mana saat aku tak ada. Jangan mengirimkan pesan-pesan tuntutan untuk bertemu. Kau tahu aku tak bisa menolaknya bahkan saat aku tahu kau hanya butuh teman cerita. Jangan marah saat aku salah. Jangan bilang kau sudah menunggu sedari tadi, jangan buat aku selalu ingin berharap lebih banyak dari ini. Aku ingin turun. Aku tidak ingin terbang lebih tinggi.

Jangan pura-pura merindukanku. Jangan selalu periksa pola makanku. Jangan kesal saat aku pergi bukan denganmu. Jangan terus mendatangiku. Jangan mengajakku mengobrol dari postingan media sosialku. Jangan melulu ingin kulihat. Aku tidak ingin akhirnya menjadi terbiasa bersama.
Karena apa guna terus berdua kalau tak saling menginginkan antara keduanya?

Jujur saja. Tak apa. Tak ada masalah kau suka atau tidak. Tak ada masalah, kau bisa membalas perasaanku atau tidak. Dari awal memang aku telah menganggap cinta adalah sebuah risiko. Yang ketika aku berani jatuh ke dalamnya, risiko sudah tertera di mana-mana. Termasuk mungkin tidak dicintai kamu, salah satunya.

Sudah, jangan mengasihaniku. Walau mungkin kau tak berniat begitu, kau tetap terlihat sedang melakukannya. Karena aku tahu, cinta di dalam dadamu tak pernah benar-benar ada. Semakin kau ingin terus dekat denganku, semakin aku merasa, dirimu padaku hanya sebatas iba.

31 comments:

Mia Amelia said...

Nusuk :'(

dayupril said...

Sudah mewakilkan isi hati loh ini :")

dayupril said...

Sudah mewakilkan isi hati loh ini :")

Anonymous said...

Nyesek. Tapi saat kita sudah ikhlas menerima, nyeri di hati jadi cukup reda. Makasih kak udah mewakili perasaan ini :')

anjas senopaty said...

nusuk banget...

Alfi Alfikri said...

Cair banget sih kata katanyaa:'(

Almi Fadilah said...

Walah amat sangat tepat

Venny Diski Habsari said...

Yg kurasakan saat ini :')

Elma Nurikrimah said...

Nusukkk

Ani Astutii said...

Tertampar. Sekali.

Nia Rosnita said...

Ngena banget ini :(

Yeni Atikaaa said...

Ngena;(

Yeni Atikaaa said...

Ngena;(

Yeni Atikaaa said...

Ngenaaaa;(

Hesti Khoerun Nisa said...

Selalu merasa terwakili :')

Bagas Radeteo said...

Weh...

resista praditya said...

Selalu deh ngena😳

Unknown said...

pas

wididi said...

baper aku tuh :(

Idha said...

always same with my feeling

Ahmad Asofa said...

Suka sama tulisan kak naw,simple tapi feelnya dalem bet.

Iranuraini said...

Selalu ngenaaa:(

Fauziah Fazriani said...

ngenaaaaaaa sangat

Firdamzdlfh said...

Monangis bacanya :")
Seperti terikat tapi belum mengikat.

Firdamzdlfh said...

Monangis bacanya :")
Seperti terikat tapi belum mengikat.

Unknown said...

Doi cuman menghargai:)

Kim Yunus said...

Dari sini saya tau jika lelaki harus bersikap hangat agar wanitanya luluh wkwk

Minah Handriani said...

Laff u naw

Lailatul Masudah said...

Kita hanya saling membunuh kesepian masing2, sepertinya. Sialnya aku baper.

jabal black said...

Joss iki

Tiff said...

Langsung nusuk :" tidak sopan

Post a Comment

 
;