April 14, 2018

Setelah Kamu Pergi

Setahun setelah kamu pergi, hatiku masih belum mengerti cara melangkah untuk menyudahi ini. Aku masih berdiri sendiri, masih larut dalam bekas genggaman tanganmu, masih terpenjara dalam kenangan saat kita berdua belum sejauh ini.

Entah bagaimana atau dari mana aku harus memulai untuk menjelaskannya.
Tentang apa yang membuatku jatuh sedalam ini, atau kapan aku akan berhenti.
Aku kehilangan kata untuk mengartikan kerumitan perasaanku sendiri.

Aku selalu merentangkan kedua lenganku untuk kau merebahkan diri dalam pelukanku.
Aku masih mengantar doa-doa yang akan menjagamu kalau mungkin lengan-lenganku tak bisa mendekapmu.
Aku selalu melakukannya tanpa kauminta. Tanpa kau peduli.

Tapi melihatmu kini bersama yang lain, aku mulai ingin beranjak dari kekalahan ini.

Selebar itu senyumanmu saat bersamanya.
Semudah itu kaujadikan aku sebagai sebuah cerita lama.
Sebahagia itu kalian berdua.
Sesulit itu memintamu mengerti bahwa aku satu-satunya di sini yang menerima ribuan lara.

Tanyakan padanya, maukah dia menerimamu sebagai seorang laki-laki yang selalu ingin dimengerti?
Pastikan sendiri, siapa yang lebih baik untukmu hingga saat ini.
Suatu saat nanti, saat kau telah menemukan jawabannya, silakan kembali.

Karena sesungguhnya aku telah memaafkan seluruh kesalahanmu. Kembalilah tanpa bilang padaku bahwa aku terlalu baik untukmu.
Jangan bicara omong kosong denganku. Cukup datang padaku lalu peluk aku.
Katakan padaku kau takkan mengulanginya dan berjanji untuk selalu bersama denganku.
Atau kembalilah saat kau tahu rumahmu adalah aku.
Bukan dia.

34 comments:

Septi Junitasari said...

Deep banget ka naw:(((((

Sharon Calapta said...

paragraf kedua..

Sofia Nurafiah said...

Cerita lama 😔

Nilam said...

Bagus banget kak naw. Bener² ngena:(

Zhella Arn said...
This comment has been removed by the author.
anisaindra said...

Jadi pengen tag dia :(

Diah Tresnowati said...

Pengen nangiiis laaa baca ini. Jadi inget "dia"
Persis bgt setahun ini :""

WomanBuz said...

nangis bacanyaa:(((

Solechatun Salamah said...

Yah kok jadi inget dia sih, bukan satu tahun lagi, dua tahun malah:"

Bani Syaikah said...

Tepat 1 th yg lalu:)

Fadhilatul Ni'mah said...

kenapa deeper bgd����

nur ayya said...

so deep, bikin baper jadi pengen usahain dia lagi, tapi masih ragu. takut untuk melihat bahwa dia bahagia dengan yang lain tanpa melihat pedihku, bahkan mungkin ia perduli pun tidak.

Isya Arum Sari said...

Kak naw :')) nyesek tau

hana miyoko said...

Ya ampun dia :(

tikdes.blogspot.com said...

Ka naw baru setahun. Aku udh hampir 5 tahun wkwk:'))

Mayyla_ said...

Selalu sukak💕

icecreamvanilla said...

💙

Dhienti Tranti said...

terima kasih kak naw :)

Sobrina Salsabila said...

Mewakili sekali kanawwww:(((

Anis Amalia said...

Kenapa di akhir harus ada kata "rumah"?? :')

Dwi Pedrosa said...

"Aku masih mengantar doa-doa yang akan menjagamu kalau mungkin lengan-lenganku tak bisa mendekapmu.
Aku selalu melakukannya tanpa kauminta. Tanpa kau peduli.
Tapi melihatmu kini bersama yang lain, aku mulai ingin beranjak dari kekalahan ini."
.
Mak jleeebb gitu kak :( Ya Allah :'

NAW. said...
This comment has been removed by the author.
Alfidha Agasta said...

Dan dia masih segalanya :(((

Salwa Nur salsabilla said...

ya masih mau dia

NAW. said...

mana bisa tag di sini? kirim langsung, lah :p

NAW. said...

tisu mana tisu?

NAW. said...

kuat banget kamuuu

NAW. said...

hehehe bikin inget siapa gitu yah

NAW. said...

:')

Bima Tandhika Putra said...

"Sesulit itu memintamu mengerti bahwa aku satu-satunya di sini yang menerima ribuan lara.."

Iya, sulit~

Nency Junitasari said...

kenapa mirip banget ya ;'(

Unknown said...

My story banget ini mah 😭

Unknown said...

Ini gue banget sih:(

Anonymous said...

Semoga kamu segera pulang ke 'rumah'

Post a Comment

 
;