August 13, 2016

Untuk yang Hatinya Patah


Bagimu, diam adalah luka. Diam membawamu kembali pada cerita-cerita lama yang akhirnya tidak mampu kau selesaikan dengan baik. Diam menyadarkanmu pada genggaman-genggaman yang kini telah asing. Diam membuat air matamu tidak mudah berhenti jatuh. Diam menjadikanmu seseorang yang beda, yang kehilangan tawa dan cintanya. Akhirnya diam memberi tahumu apa itu memulai, berjalan, dan selesai.

Bagimu, menulis adalah luka. Menulis adalah teriakanmu yang tak pernah bisa kau suarakan. Menulis adalah sakit yang paling dalam, karena seseorang selalu ada dalam tulisanmu. Menulis adalah satu-satunya cara membuatnya abadi. Menulis tidak pernah memabukkan karena darinya kamu mengerti, cinta yang lebih mahir melakukannya pada dirimu.

Bagimu, melepaskan adalah luka. Pertentangan selalu terjadi antara hati dan pikiranmu. Melepaskan begitu sulit ketika ingatan tentang perjuangannya mendapatkanmu dulu selalu terputar jelas sebelum air matamu. Kamu sulit merelakan karena bersamanya kamu diajarkan cara untuk selalu bertahan. Bersamanya kamu diajarkan untuk mencintai dan menerima, bukan merelakan dan melepaskan.

Bagimu, segala tentangnya adalah luka. Senyumnya menyakitkan karena kamu bukan lagi alasan untuknya. Senyummu bukan lagi yang memberikan dia warna. Tatapannya juga luka, karena di matanya, bayangan itu bukan lagi kamu. Kamu bukan lagi yang dia puja-puja. Dia bukan lagi yang memberikanmu bahu, dia adalah pencipta lukamu yang baru.

Segala hal di dunia kecuali dia, adalah omong kosong. Melupakannya bukan tidak mungkin. Mencari penggantinya adalah kemungkinan lain yang mungkin terjadi. Ini semua hanya soal waktu, dan bagian.
Waktumu telah selesai, kini dia harus mencari bahagianya dari sosok yang lain.
Bagianmu sudah cukup, kini kamu tak harus membahagiakannya karena dia pun tidak akan melakukannya padamu.

Berbahagialah, karena bahagia bukan hanya dia yang bisa menciptakan.

15 comments:

Kazhimitosa said...

Demi apa keren kak naww ����

Nawang Nidlo Titisari said...

Makasiiiihhhh. Ayo nulis jugaaa😗

Rizkytria Octasiana said...

Nice kak.. Kunjungi juga ya annayarizky.blogspot.com

Sinta Desanti said...

Keren kak aku suka sama tulisan kakak dan pengen bisa menulis seperti kakak^^

Eka Dewi said...

demi apapun kak, baper seketika bacanya. sesuatu yg pakai hati pasti akan sampai juga ke hati..

Nawang Nidlo Titisari said...

Thank you ❤ iyaaa

Nawang Nidlo Titisari said...

Makasiiih, semoga bisa menginspirasi ❤

Nawang Nidlo Titisari said...

Iya bener, makasih sudah bacaaa ❤

Alif Lala said...
This comment has been removed by the author.
SuryaAriel said...

Luar biasa

Yeyet Hidayah said...

Masuk daftar penulis favoritku nih kayaknya, kak naw❤

Widya Rahma said...

bagus bangett kaa.jadi inspirasiku buat nuliss hihi . bacabaca blog ku juga yu kaa widyrahma28.blogspot.com

Ambar gege said...

Suka sama tulisannya kkak

Unknown said...

Asu mak jleb

Dede Leli said...

Aku lagi baca in tulisan kak naw dari awal,sampe sini nemu yg kek gini. Ngena bgt sii 😭

Post a Comment

 
;