April 14, 2015

Sebenarnya bukan berhasil melupakan, tapi biarkan saja rasa ini tumbuh dan gugur semaunya. Aku tidak akan pernah bahagia dengan keputusan yang percuma ini. Wanita mana yang bahagia membayangkan kisahnya seperti aku? Beri tahu aku perempuan mana yang mau cintanya digantung selama berbulan-bulan dengan musim yang berbeda-beda? Hati ini sudah kering keras sekali, kamu tahu?

Kamu bukan penjajah, Tapi selalu menuntutku untuk terus bertahan menanti. Sampai kapan? Sampai aku lelah? Aku sudah lelah. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Sudah banyak sekali semoga-semoga yang aku beri amin sendiri di sujudku. Sudah hampir mati hatiku menuruti semua egomu. Sempat berfikir, mungkinkah yang kuperjuangkan, yang ku cintai dengan pengorbanan besar, yang menyuruhku jangan berhenti mencintai adalah seorang tanpa hati tanpa perasaan?

Dulu mungkin kamu yang terindah. Mungkin dulu kamu yang juara. Mungkin dulu kamu ada di nomor satu daftar pencuri-pencuri hati berlidah madu; manis sekali. Dulu bisa saja aku terbuai, memberikan waktuku sepenuhnya untukmu, kekasih hatiku. Tapi itu dulu.
Karena apapun yang terjadi kemarin, apapun yang terjadi sekarang, bisa saja nanti berubah hasilnya meski menggunakan cara dan metode yang sama. Rayuanmu dulu, bisa saja sekarang sudah mulai basi, dan itu benar terjadi; kamu basi.

Kamu bukan kamu tanpa bibir manismu, 'kan? Kamu bukan kamu yang luar biasa berhasil menyejukkan tanpa senyum menawanmu, 'kan?

Kamu bukan kamu tanpa aku.

Tapi maaf, aku putus asa. Aku keluar dari lingkaran ini. Aku menyerah. Aku akan beristirahat sebentar untuk kemudian berjuang lagi, nanti, dengan orang yang berbeda. Takkan lagi sama seperti ini. Jangan pernah.


-nanidlot

4 comments

Dan setiap orang harus yakin akan memiliki kisah indahnya masing-masing. Disinilah kita belajar rela pada setiap ketetapan dan keputusanNy

Segala sesuatu memang diberi jeda agar tahu rasanya lelah namun bukan untuk menyerah. istirahatlah! Mbak :)

REPLY

Aku baru nemu tulisan yg bagus. Ketagihan baca akuuu

REPLY

Nawang Nidlo Titisari . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates