November 12, 2018

Bertahun-tahun pada satu nama. Lelah bagimu harus sesakit apa?
Bertahun-tahun ceritamu hanya seputar dirinya.
Penolakan bagimu harus sekeras apa?

Kapan kau akan mencari tahu mengapa semuanya harus berjalan bertahun-tahun?
Sampai kapan kausebut dirimu setia, ketika bahkan tak ada sebuah tangan untuk kautuntun?

Kau yakin tak bisa berhenti menyebut namanya?
Apa itu bukan karena memang kau tak ingin ada nama lain yang menggantikan kekuasaannya?
Kau yakin itu karena kau benar-benar cinta?
Apa bukan karena kau memang tak mau mengenal orang-orang di luar sifat dan kebiasaannya?
Kau yakin ingin sendiri dulu sampai dia menyadari penantianmu?
Apa kau memang seyakin itu kalau dia akan berbalik badan, memeluk, dan meminta maaf karena membuatmu lama menunggu?
Kau yakin alasanmu bertahan adalah senyumannya?
Meski senyum itu bukan untukmu? Kau masih rela? Sungguh?

Kau ini, apa tidak pernah berkaca? Apa tak pernah merasa iba pada garis wajah yang selalu kaumirip-miripkan dengannya? Apa kau tak ingin berhenti? Apa air matamu tak habis menangisi alasan yang itu-itu saja?

Rindu tapi cuma bisa memandang dari layar dalam genggaman. Sayang tapi sudah bertahun-tahun terlupakan. Kau tak rindu dipeluk?
Kau tak rindu ditenangkan?

Kau itu tidak sedang hidup dalam drama sebuah anak remaja. Hidup yang berlalu, membawa perasaannya ikut serta. Artinya, tak ada jaminan penantianmu yang bertahun-tahun itu akan menjadi ketukan-ketukan manis di depan hatinya.

Barangkali masalahnya bukan karena kau tak bisa pergi. Tapi, karena kau terlalu memaksa menanti cinta yang tak pasti.

Berhenti menuliskan namanya. Setidaknya sampai kau mendapat tanda bahwa bertahun-tahun kemarin tak akan menjadi sia-sia.
Berhenti memperpanjang waktumu untuk kaubuang-buang. Kalau bukan untukmu, dia takkan ada dalam dekapanmu, walau mulutmu harus berbusa mendoakan kehadirannya berulang-ulang.

Lagipula, kalau kau cukup berani untuk bertahun-tahun bertahan. Seharusnya kau lebih berani untuk melepaskan dan memaafkan diri sendiri karena terlambat sadar.
Kau itu pantas bersenang-senang tanpa harus menunggu bertahun-tahun seperti yang masih kaulakukan sekarang.

51 comments

Ini tulisan kok bisa pas banget :(

REPLY

Sumpah demi apapun, ini real isi hati aku yang terpendam selama bertahun tahun kak ��

REPLY

Sekarang aku paham, ternyata pilihanku sudah benar. Terima kasih :)

REPLY

Yang masih aku alami sampai saat ini :(

REPLY

Persis gue sekarang😭
Terima kasih untuk tamparannya, naw!

REPLY

Kayak ngomong ke aku 😭
Sungguh tertampar aku ka

REPLY

Kak Naw, aku bangeedddddd

REPLY

Tertampar dan tertohok but nice hehe

REPLY

Kok bisa pas gini ya sama situasi sekarang :')

REPLY

9 tahun pada satu nama, sejak 2007.

Tepat pada bulan November 2 tahun lalu, aku merelakannya. Malam itu hujan turun dengan sangat deras, seolah-olah menemani aku menangis malam itu. Uwuwuwuwuw

REPLY

Terimakasih, kini aku semakin mantap untuk pergi tanpa takut terluka pada sakit yang sama :)

REPLY

Ah ka naw ko bisa pas bangeeet��

REPLY
This comment has been removed by the author.

Kak perwakilan bangettt ah luuppp

REPLY

setelah baca ini aku sadar dan pengen maki pemilik nama yg kupikirkan bertahun-tahun tanpa tau niatnya ingin kembali atau tidak

REPLY

Huhu Kak Naw, ngena bet. Jadi sadar selama ini hanya sia sia.

REPLY

Apalah dayaku yang belum pernah merasakan seperti itu. Selalu saja ketika aku mau mendekat. Aku harus sadar diri sadar posisi

REPLY

Tertampar dengan kata-kata ini😭

REPLY

Tertampar dengan kata-kata ini😭

REPLY

Sesakit inikah tamparanmu mba naw, aku tidak bisa membayangkan bagai mana rasanya menjadi seorang yang menginspirasimu dalam berkarya.
Jika dia adalah aku, mungkin ini sayatan terkeji yg membuatku larut dalam lautan air mata.
Aku menyukaimu juga menyukai karyamu.
Semoga wanita seindah dirimu diperteukan segera dengan laki laki seperti yang kau harapkan dan tak sedikitpun membuatmu larut dalam kesedihan.

REPLY

sangat sangat tertampar, inilah yang selama ini ada didalam hati namun tak pernah terucap, ketika aku sudah mengumpulkan segenap keberanian ku utk pergi, tp aku selalu mencoba lg utk kembali :(

REPLY

Dari aku untuk diriku sendiri ini mah :(

REPLY

Benar sekali apa yang telah kamu tulis ini. aku bertahun-tahun menyebut sebuah nama yang sama, dan bertahun-tahun pula aku tidak berbuat apa-apa.. bahkan untuk melangkah sejauh yang diharuskan saja aku tak mampu. terimakasih kamu telah membuka sedikit mata dan hatiku untuk lebih menyenangkan diriku sendiri.

REPLY

sedih banget sih mbaaa :(

REPLY

Sakit.
Apa aku terlalu bodoh ketika masih sering memirip2kan kejadian ku dengan nya?

REPLY

selalu bagus tulisan2nya kak naw😊❤️

REPLY

Ngenaaaa bgt gustii:(

REPLY

Aku putus 3thn yg lalu, sampe skrg juga blm bisa rela. Pdhal dia sudah berkeluarga, sudah mempunyai anak. Hari paling mengerikan itu ketika aku datang dipesta pernikahannya. Kalo saja aku tidak mabok dulu, mana kuat aku melihatnya. Yaelaahh, gini amat ya.

REPLY
This comment has been removed by the author.

Nawang Nidlo Titisari . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates