Untuk Sejuta Kalinya

June 12, 2023

Yang aku tahu dan yang tidak aku tahu, yang kamu tunjukkan dan yang kamu sembunyikan, perasaanmu hari ini dan perasaanmu kemarin, yang menurutmu bukan apa-apa dan yang menurutku hampir menenggelamkan kita, yang membuatmu ingin kabur sebentar dan yang membuatku hampir gila, aku akan membicarakannya semua denganmu malam ini.


Aku akan bertanya dan hanya mau mendengar kalau hatimu yang jawab. Bukan karena kita sedang keruh dan ingin cepat merasa segar, bukan karena kita sedang sama-sama lusuh dan ingin cepat didandani dengan rapi kembali. Aku tidak mau mendengar egomu bicara. Aku tidak bisa menemuimu dengan mata yang sedang ingin mengusirku. 

Maka sebisa mungkin, semampumu, apa pun yang kamu bicarakan, adalah kalimat yang paling kamu sadari. Meski di dalamnya telah menancap banyak duri.


Aku telah mensyukurimu belasan ribu kali sejak kita hanya berdua. Hanya berdua dan tak ada siapa pun. Aku telah menahan diriku lebih kuat untuk tidak pergi ke mana-mana dan membicarakannya dulu denganmu. Aku telah memaafkanmu sejak sebelum kamu mengakui ini. Aku telah mencintaimu dalam sekali, dan selalu itu yang akan kubela. Sampai kamu sendiri yang bilang bahwa kita sudah cukup. 

Setidaknya, sampai di situ.

Sampai kamu sendiri yang mengatur arah jalanmu.

Bukan karena sedang ditarik tangan yang lain atau karena telah terbiasa mengarah padaku.


Tapi sebelum sampai ke sana, tenangkan dulu dirimu lagi, pertimbangkan kita sejuta kali lagi, maafkan kurangku dan bertahanlah lebih lama, temukan aku lagi di titik kita saling mencari. Aku ingin kita berhasil lagi, seperti biasanya. Dan untuk itu, aku membutuhkan kamu untuk duduk di sini dulu. Menatapku lagi seolah-olah ini hari pertama kita bicara berdua.

  • Share:

You Might Also Like

7 komentar

  1. Selalu mengena dan saya suka

    ReplyDelete
  2. akhirnya aku sampai disitu

    ReplyDelete
  3. Relate, kalau share pasti ada yg merasa

    ReplyDelete
  4. aku masih di titik itu untuk menunggu kamu

    ReplyDelete
  5. Mas Naw, aku ga lagi patah hati tapi tetep ngerasain nyeseknya. thank you, mas. tulisan kaamu selalu juara untuk mewakili kata yang tenggelam dalam luka.

    ReplyDelete