Surat Terakhir: Kamu Lupa

October 14, 2018

Kamu lupa kita pernah ada.
Kamu lupa kita pernah bersikeras untuk menyamakan masa depan yang sewarna. Pernah mengalah demi usia hubungan yang lama. Pernah berjanji untuk berhenti mencari, karena terlalu yakin dengan keselarasan jiwa. Kamu lupa aku selalu punya sandar dan peluk saat kau lelah mengerti kemauan dunia.

Kamu lupa, bahwa melupakan tak pernah tak butuh usaha. Kamu lupa bahwa kedatanganmu yang sebentar itu, selalu memutar semua kembali seperti semula. Sehingga aku harus kembali terjatuh di kedalaman rasa yang sama, dan memulainya lagi dari langkah pertama.

Kamu lupa memberitahuku cara berhenti memanjakan asa. Aku masih saja ingin ragaku kausanding lagi sebagai pasangannya. Kamu lupa memberiku pintu untuk pergi dari arena. Aku kaubuat harus terus berkelahi dengan logika.
Mengapa yang bagimu mudah, bagiku tak ada jalan keluarnya?

Kamu lupa aku ini cuma insan. Yang kebetulan mudah mencintai, sulit melepaskan. Apalagi dulu beberapa kali kaubuatku merasa dinomorsatukan.
Rasanya memang kesepian ini tak akan mudah aku ramaikan.

Tapi apa harus seterjal ini sebuah perjalanan? Yang hanya untuk melupakanmu, aku harus melenyapkan senyuman dan harap-harap di angan.
Apa harus serumit ini kisah seorang perempuan? Yang hanya karena ditinggalkan, ia harus menulis ratusan huruf kesedihan dalam rangkaian.

Tak perlu berpura-pura menyelamatkan karena aku tahu tangan itu adalah sebuah lambaian untuk perpisahan. Tak perlu berpura-pura tanya kabar dan keadaan karena aku tahu kau tidak benar-benar merindukan.

Bebaskan saja seluruh ikatan yang pernah kita karang. Agar aku benar-benar punya ruang untuk mengenang tanpa mengulang.

Kalaupun ternyata kita masih bisa mencoba bersikap dewasa dan terus berjalan sebagai dua orang teman, aku tidak menyepakatinya. Berada di sebelahmu dengan perasaan yang sudah tak ada balasannya, untuk apa?

Kamu lupa mengakhiri semuanya.
Ini kubuatkan "titik" dari seluruh tentang kita.
Semoga kamu berbahagia.

***

Balasannya di sini.
Ditulis oleh Alfin Rizal

  • Share:

You Might Also Like

12 komentar

  1. Uploadnya pas ultahku, kata"nya pas juga di aku:(

    ReplyDelete
  2. Kenapa kata katamu selalu membuatku terlena akan masalah kak, apa kau sejahat itu?

    ReplyDelete
  3. Lagi lagi aku patah hati lagi ka :')

    ReplyDelete
  4. Jangan datang lagi !
    Kini saya sudah bebas dari ratusan rasa sakit bertahun tahun yang menjelma menjadi pagar pembatas dari orang orang yang menyayangi saya.

    ReplyDelete
  5. Originally known as “Direct Numeric Control,” it bypassed the necessity for paper tape, but when the pc went down, all its machines went down. Please don't hesitate to contact us if you nonetheless have questions on what sorts of options can be made on our CNC lathes and turning facilities. Our group will be glad to evaluation your component print and provide feedback and input on the options in your design. A component is placed under the electrode wire, and the Shower Curtains machine is programmed to emit an electrical discharge from the wire which produces intense heat . The material is melted or flushed away with liquid to create the specified shape or function.

    ReplyDelete